Purbalingga - Jawa Tengah
Indonesia
Adalah Sungai Klawing, yang ber hulu pada Kaki Gunung Slamet, gunung terbesar di Indonesia yang meliputi 5 kabupaten yaitu Banyumas, Purbalingga, Tegal, Pemalang dan Brebes
Batu dari Sungai Klawing, Purbalingga adalah satu dari sekian banyak batu yang turut tenar ditengah booming batu akik. Ada Nagasui atau yang punya nama lain Blood Stone atau Le Sang du Christ (batu darah kristus) yang memang dari dulu sudah populer, ada batu pancawarna nan cantik, ada batu telor kodok yang eksotis dan lain sebagainya.
Ternyata, keindahan batu dari Sungai Klawing sudah melegenda sejak dulu. Manusia-manusia di zaman purba sudah membuat berbagai macam perhiasan dari batu sungai terbesar di Purbalingga itu. Bengkel-bengkel batu jaman purba banyak tersisa di sepanjang sungai itu.
Menurut tim arkeolog dari ITB yang meneliti sejarah batuan dan peradaban di sepanjang Sungai Klawing pada 2009 lalu, sedikitnya 40 ribu artefak peninggalan zaman purba yang pernah ditemukan di daerah aliran Sungai Klawing. Temuan tersebut tersebar di sedikitnya 50 situs purbakala.
Batuan Klawing banyak ditemukan sudah digunakan sebagai perhiasan manusia purba, seperti gelang, cincin, kalung dan lainnya. Purbalingga dengan sungai Klawingnya diperkirakan dulunya pernah menjadi pusat industri perhiasan di zaman batu. Temuannya pun lengkap, mulai dari zaman paleolitikum, megalitikum dan neolitikum.
Selain perhiasan, beberapa jenis benda fungsional juga ditemukan seperti kapak batu, gelas batu, dan sandal batu. Geolog dari Universitas jenderal Soedirman Siswadi dan Sujatmiko bahkan mengatakan Purbalingga bisa jadi bekas kerajaan purba. Mereka sedang meneliti mineral penyusun batu-batuan itu demi mengungkap zona utama peradabannya
#galuh_160312
Purbalingga - Jawa Tengah
Indonesia
Adalah Sungai Klawing, yang ber hulu pada Kaki Gunung Slamet, gunung terbesar di Indonesia yang meliputi 5 kabupaten yaitu Banyumas, Purbalingga, Tegal, Pemalang dan Brebes
Batu dari Sungai Klawing, Purbalingga adalah satu dari sekian banyak batu yang turut tenar ditengah booming batu akik. Ada Nagasui atau yang punya nama lain Blood Stone atau Le Sang du Christ (batu darah kristus) yang memang dari dulu sudah populer, ada batu pancawarna nan cantik, ada batu telor kodok yang eksotis dan lain sebagainya.
Ternyata, keindahan batu dari Sungai Klawing sudah melegenda sejak dulu. Manusia-manusia di zaman purba sudah membuat berbagai macam perhiasan dari batu sungai terbesar di Purbalingga itu. Bengkel-bengkel batu jaman purba banyak tersisa di sepanjang sungai itu.
Menurut tim arkeolog dari ITB yang meneliti sejarah batuan dan peradaban di sepanjang Sungai Klawing pada 2009 lalu, sedikitnya 40 ribu artefak peninggalan zaman purba yang pernah ditemukan di daerah aliran Sungai Klawing. Temuan tersebut tersebar di sedikitnya 50 situs purbakala.
Batuan Klawing banyak ditemukan sudah digunakan sebagai perhiasan manusia purba, seperti gelang, cincin, kalung dan lainnya. Purbalingga dengan sungai Klawingnya diperkirakan dulunya pernah menjadi pusat industri perhiasan di zaman batu. Temuannya pun lengkap, mulai dari zaman paleolitikum, megalitikum dan neolitikum.
Selain perhiasan, beberapa jenis benda fungsional juga ditemukan seperti kapak batu, gelas batu, dan sandal batu. Geolog dari Universitas jenderal Soedirman Siswadi dan Sujatmiko bahkan mengatakan Purbalingga bisa jadi bekas kerajaan purba. Mereka sedang meneliti mineral penyusun batu-batuan itu demi mengungkap zona utama peradabannya
#galuh_160312